Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

Islam Menghargai Potensimu, Sister!!!

October 18th, 2011

Saya mengeryitkan kening ketika mendengar bahwa Islam tidak menghargai potensi perempuan. Saya lupa siapa saja yang mengucapkannya dan pada kesempatan apa, namun stigma ini begitu sering mendengung di telinga saya. Mau tidak mau, timbul juga sebersit pertanyaan dalam pikiran saya, benarkah Islam tidak menghargai potensi perempuan?

 

Setahu saya, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Kalau begitu, seharusnya Islam menghargai potensi perempuan, bukan? Tapi, kenapa para feminis itu justru mengatakan bahwa nila-nilai Barat yang membebaskan? Kenapa mereka begitu sering menunjuk Islam sebagai tokoh utama pembelengguan perempuan di abad ini?

“Islam tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja!” Itu sebuah argumen dasar yang menjadi basis seluruh pola pikir mereka. Karena Islam tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja–padahal perempuan bekerja adalah ciri perempuan maju ala dunia modern, maka Islam tidak mendukung perempuan dan tidak modern! Demikian perkembangan argumen mereka. Saya hanya termangu. Benarkah?

 

Akhirnya, pada suatu ketika, saya kembali lupa kapan dan dimana, saya mendengar ucapan dari seorang Neno Warisman. Sebuah ucapan yang menjawab pertanyaan besar di benak saya, sekaligus memberikan pencerahan luar biasa. Waktu itu, Neno Warisman berkata,

 

“Islam menghargai potensi perempuan secara utuh. Islam mengakui potensi perempuan untuk beribadah. Islam mengakui potensi perempuan untuk mencinta. Islam mengakui potensi perempuan untuk hamil, melahirkan, dan menyusui. Islam mengakui potensi perempuan akan keindahan. Islam mengakui potensi perempuan untuk bekerja keras dan berusaha. Islam mengakui potensi perempuan untuk maju. Islam mengakui potensi perempuan di sektor mana pun ia beraktivitas, sementara kebudayaan lain hanya mengakui potensi perempuan saat ia mendapatkan uang.”

 

Sungguh kata-kata yang luar biasa. Seketika, benak saya berputar dan menghasilkan rangkaian argumen yang siap saya lontarkan kala bertemu dengan rekan-rekan feminis. Benar juga ya, hanya Islam yang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia beribadah. Agama lain? Aada yang menganggap perempuan sebagai lesser being yang berkonspirasi bersama Iblis untuk menggoda Adam.

 

Hanya Islam yang lantang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia menjadi ibu. Imbalan tertingginya pun surga! Hanya Islam yang mengakui pentingnya peran seorang ibu bagi perkembangan putra-putrinya. Karena itu, kita diwajibkan untuk menghormati ibu tiga kali sebelum menghormati ayah. Budaya lain? Tidak ada yang mau peduli dengan ibu rumah tangga–yang menurut sebagian orang–biasa.

 

Hanya Islam yang mengerti bahwa perempuan memang identik dengan keindahan. Karena itulah Islam menjaganya dengan pakaian yang tertutup, sementara orang lain justru memamerkannya sembarangan seakan barang loakan. Dan, subhanallah, bahkan Islam pun mengakui kehebatan perempuan sebagai seorang entrepreneur! Buktinya, Bunda Khadijah adalah konglomerat di masanya!

 

Ya.. saya yakin bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Karena itu, Islam pasti menghargai manusia sebagaimana potensi-potensi yang dimilikinya! Justru nilai-nilai Baratlah yang picik. Mereka mengungkung perempuan di dalam satu ranah, pencari uang, sementara menutup potensi perempuan secara otoriter di ranah-ranah lain.

 

Lain kali, jika saya bertemu dengan para feminis atau muslimah yang mulai ragu dengan dien-nya, saya akan menegaskan, “Islam menghargai potensimu, Sister!!!

 

By Arafah Mina

Share