Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

Puasa dan Metabolisme

December 29th, 2011

Puasa, baik wajib maupun sunnah, semua berharap, bisa melaksanakan dengan sempurna. Bukan hanya menahan haus dan dahaga di siang hari. Melainkan juga, mampu menahan seluruh hawa nafsu yang biasanya nyaris tanpa terkendali.

Nah, sebenarnya apa keutamaan puasa itu? Salah satunya, memberikan dampak kesehatan, baik secara fisik maupun secara fsikis. Para peneliti, memang masih berdebat soal puasa berdampak terhadap kesehatan fisik. Namun, sejumlah peneliti mayoritas membenarkan puasa bisa memberikan dampak terhadap kesehatan fsikis.
Pun begitu, dalam sebuah hadits sohih, Rasulullah bersabda “Shumu tashihhu” (berpuasalah niscaya kamu akan sehat (HR. Thabrani) ). Pesan Rasulullah ini, memberikan pesan mendalam. Salah satunya, ibadah puasa bisa bermanfaat bagi kesehatan manusia. Baik kesehatan jasmani, rohani dan sosial.
Beberapa pengaruh puasa terhadap kesehatan :
Terhadap Metabolisme
Bukti empirik menunjukan, puasa dapat mempengaruhi metabolisme tubuh manusia. Dalam kondisi sedang berpuasa, liver melepaskan cadangan glukosa, dan aktif membentuk glukosa baru, dari sisa pembakaran glukose sebagai bahan limbah metabolisme.
Terhadap fungsi Fisiologi tubuh
Tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah yang disebut Hemeostatis. Biasanya, mekanisme alamiah ini digunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal. Dalam keadaan puasa selama 14 jam, tubuh tidak mendapatkan supplai makanan, akan tetapi tubuh tetap bertahan. Hal ini disebabkan, tubuh masih memiliki cadangan energi dalam bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang disimpan dalam bentuk glikogen. Cadangan energi ini mampu bertahan sampai 25 jam. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi sakit karena memiliki mekanisme alamiah untuk mempertahankan dirinya.
Terhadap Sistem Pencernaan
Alat pencernaan kita, telah bekerja selama 11 bulan penuh. Nah, saat bulan Ramadhan, sudah saatnya alat pencernaan ini diberi istirahat, paling sedikit satu bulan dalam satu tahun. Makanan yang masuk kedalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam, yaitu empat jam diproses didalam lambung dan empat jam didalam usus kecil. Dengan adanya, istirahat, maka ruang-ruang pencernaan menjadi segar dan terhindar dari berbagai penyakit. Wallahua’lam.

(kesehatan.kompasiana.com)

Share