Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

Ya ukhtifillah, yuk kita introspeksi diri! Bismillah..

October 20th, 2013
Oleh Ilma Ovani pada 23 Oktober 2011 doa akhwat

Akhwat Genit?

 

Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa arab artinya saudara perempuan. Namun sudah ma’lum (diketahui) bahwa ’saudara’ yang dimaksud disini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena nabi SAW bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain” (HR. Muslim, no. 2564). Namun memang sebagian orang menggunakan …istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat. Ada juga menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, yang berjilbab pendek bukan akhwat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu ‘aliran’, yang beda aliran bukan akhwat. Tentu saya lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai didalam tulisan saya ini.

 A-True-Musleemah-3-1024x881

Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke-istiqomah- an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan. Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya mengganngap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudha berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i.

 

Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah SWT telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim) Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah SWT telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24) Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.

 

Ciri-ciri akhwat genit:

 

>>Berpakaian yang mengundang pandangan

 

Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang digunakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.

 

>>Senang dilihat

 

Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.

 

>>Kata-kata mesra yang ‘Islami’

 

Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami.

 

“Jazakalloh yach akhi”

 

“Akh, antum bisa saja dech”

 

“Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi”

 

“Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…”

 

“Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..”

 

>>SMS tidak penting

 

Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan “Afwan…” atau “Jazakalloh”

 

>>Banyak bercanda

 

Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.

 

>>Tidak khawatir berikhtilat

 

Ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mu’min yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya. Bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.

 

>>Berbicara dengan nada

 

Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja, semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan ‘bekas’ pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syariat. Allah SWT berfirman yang artinya: “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32) Para ulama meng-qiyaskan ‘merendahkan suara’ untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.

 

Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ”Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim)

 

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (TQS. Al Hadiid: 22)

 

~Ainul Wafa~

http://arsitek-peradaban.abatasa.com/post/detail/8335/ciri-ciri-akhwat-genit

Share

Ketika Idul Adha datang….

October 20th, 2013

Bissmillahirrahmaanirrahiim..

Idul Adha tanpa ditemani keluarga bagaimana rasanya?

beginilah nasib mahasiswa rantauan yang tidak pulang kampung untuk merayakan hari besar Islam yaitu Idul Adha. di pagi hari sholat Idul Adha berjama’ah di lapang sekitar GWW. khutbah diabwakan oleh ust. Ahmad yang bisa dikatakan panjang tapi menusuk hati. juga  subahanallah bikin nangis ketika disinggung tentang orangtua. mahasiswa yang ingat orangtua dirumah seketika sedih dan menitikkan air mata termasuk admin :p.

 Idul Adha IPB

Idul Adha IPB

*anak kecil :)

Idul Adha IPB

 

Alhamdulillah hasil dari infaq belajar berqurban FEMA tahun ini menghasilkan 4 ekor kambing.. jika digabungkan dengan qurban PPSDMS Nurul Fikri ada 9 ekor jadi total keseluruhan tahun ini ada 14 kambing.  mahasiswa yang tidak pulang dapat berkumpul semua disini. tahun ini ketua BEM FEMA mas Rici Tri Harpin datang bersama dengan wakilnya mas Faizal Ainul Adha. kebersamaan ketika Idul Adha yang tidak dapat diterima mahasiswa karen tidak pulang dapat diganti pada acara ini.. ikhwan maupun akhwat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. :)

tahun ini kepanitiaan Fema Berqurban bekerjasama lagi dengan PPSDMS Nurul Fikri. mau tau kehebohan dan kebersamaannya? check this!

DSC08078

*pemotongan

Fema Berqurban

*kemeriahan ketika pemrosesannya :)

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

mas Rici (Ketua BEM FEMA) bersama anak-anak lingkungan sekitar

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

Fema Berqurban

kalau kata mas yang lagi manggang sate dibawah, di fb forsia menjuluki foto ini “di atas awan” 😀

Fema Berqurban

*akhwatnya bantuin ibu masak-masak :)

Fema Berqurban

*time to eat after working :)

Fema Berqurban

maknyusss! apalagi sambelnya 😀Fema Berqurban

begitulah ceritanya.. terimakasih PPSDMS Nurul FIkri yang mau menerima kita dan seluruh mahasiswa FEMA yang sudah mau belajar berqurban. semoga kedepannya dapat dengan sempurna menginfaqkan hartanya untuk berqurban secara keselurhan.. amiin

finally.. this is the last :)

walaupun tidak dapat menggantikan kehangatan keluarga Idul Adha, kegiatan ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dikala lebaran diluar.. semoga ukhuwah ini tidak terputus dan selalu terjalin hingga akhir.. Panitia FEMA Berqurban

Panitia FEMA Berqurban

Terimakasih PPSDMS Nurul Fikri Bogor :)

PPSDMS Nurul Fikri

Sampai bertemu lagi tahun depan 😀

*Fine*

Wassalamu’alaikum wr wb

Share