Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

Perkenankanlah Aku Mencintai-Mu Semampuku (Azimah Rahayu)

February 26th, 2014

Tuhanku,

Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu

Lembar demi lembar kitab kupelajari

Untai demi untai kata ustadz kuresapi

Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat, tentang mahabah para sufi dan tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam dijiwa dalam-dalam

Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealism yangawang di awan

Tapi Rabbi,

Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu

Aku berusaha mencintai-Mu dengan cinta yang paling utama

Namun aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu

Aku makin merasakan gelisahku membadai

Dalam cita yang mengawang sedang kakiku mengambang, iada menjejak bumi

Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan

Wahai Illahi,

Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu

Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali

Menatap, memohon, menghiba-Mu

Allahu Rahim, Illahi Rabbi

Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku

Allahu Rahman, Illahi Rabbi

Perkenankanlah aku mencintai-Mu sebisaku

Illahi,

Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita

Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa, hingga Al-musthafa

Karena itu izinkan aku mencinai-Mu

Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu

Atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku

Rabbi,

Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh hartanya

Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad

Atau Utsman yang menyerahkan seribu ekor kuda untuk mensyiarkan agama-Mu

Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku

Melalui seratus dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil diperempatan jalan

Illahi,

Aku tak sanggu mencintai-Mu dengan khusyuknya sholat salah satu sahabat Rosul-Mu, hingga tak hirau dia pada anak panah musuh yang terhujam dikakinya

Karena itu ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu

Dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata

Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia

Rabbi,

Aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib

Yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu

Maka izinkanlah aku untuk mencintai-Mu dalam satu dua rakaat lailku

Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu

Dalam desah nafas kepasrahan tidurku

Ya Maha Rahman, aku tak sanggup mencintai-Mu bagai para al hafidz dan hafidzah

Yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam

Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku

Melalui selembar dua lembar tilawah harianku

Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku

Ya Rahim,

Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal Sumayyah yang memepersembahkan jiwanya demi tegaknya agama-Mu

Seandai para syuhada yang menjual dirinya dalam jihad dijalanMu

Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku, dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu

Maka izinkanlah aku mencintai-Mu semampuku

Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru

Allahu Karim,

Aku tak sanggup mencintai-Mu diatas segalanya,

Bagai Ibrahim yang rela patuh mengorbankan putranya

Maka izinkanlah aku mencintai-Mu didalam segala

Perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, sahabat-sahabatku

Dengan mencintai manusia dan alam semesta

Allahu Rahmaanurrahiim, Illahi Rabbi

Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku

Agar cinta itu mengalun dalam jiwaku

Agar cinta ini mengalir disepanjang nadiku

Share