Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

1 Hari = 24 Jam

March 26th, 2014

Menggerakkan jemari untuk merangkai kata memang butuh tenaga. Bukan tenaga yang berbentuk fisik dari konsumsi sehari-hari. Tenaga ini menyangkut ide, pemikiran, dan naluri. Maaf bila menulis bebas ini tiada memperhatikan aturan penerapan subjek S-P-O-K yang jelas. Tapi, inilah sebenarnya rangkaian kata murni dari naturalisme pemikiran. Berangkat dari gejolak dalam hati dan pikiran karena senggangnya waktu itu terkadang membuat pemikiran menjadi banyak dan runyam. Hal-hal yang tidak penting atau bahkan hal-hal yang belum pernah terlintas sebelumnya menjadi bahan renungan tersendiri.

                Aktivitas sehari-hari yang menumpuk dari Senin hingga Jumat memang tak dapat hindari. Malah aktivitas itu yang menjadi obat pelipur kegalauan atau kegamangan dalam menyikapi kehidupan. Bahagia ketika dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lancar. Pertanda bahwa mengawali kehidupan selama 24 jam tiap harinya telah berjalan dengan semangat optimisme. Kita terkadang melupakan hal kecil yang sebenarnya itu adalah rutinitas yang selalu kita jalankan.

                Pikiran ini hanyalah sedikit celotehan dalam bingkai penuh makna. Entah datang ketika duduk, berdiri, berjalan di tengah lalu-lalang orang atau ketika duduk termangu ketika tengah mendengarkan pemaparan kuliah. Hal ini entah begitu saja terlintas. Iya, hal ini menyangkut putaran waktu yang setiap hari manusia jalani. Pikiran ini mengenai hitungan matematik bahwa 1 hari sama dengan 24 jam. Semua orang pasti mengetahuinya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Tapi, sedikit orang mungkin yang memaknainya secara dinamis.

                Perputaran waktu tak akan pernah berhenti. Sama halnya dengan perputaran kehidupan yang sebenarnya bernilai ibadah. Renungan bahwa banyak waktu yang telah dihabiskan untuk belajar, bekerja, ataupun aktivitas duniawi lainnya yang lebih banyak dari pada ibadah yang benar-benar mengikatkan batin kita kepada Allah. Hitungannya seperti ini : 1 hari sama dengan 24 jam, dalam waktu 24 jam ini banyak aktivitas yang pastinya manusia lakukan, seperti beribadah wajib kepada Allah (Sholat 5 waktu dengan kisaran 5X10 menit= 50 menit) atau dapat dibulatkan menjadi 60 menit atau 1 jam. Selanjutnya, belajar di bangku akademisi sekitar 6 hingga 8 jam per hari, aktivitas tambahan seperti membersihkan diri, berjalan, duduk, bersantai, membaca, sekitar 3 jam. Selanjutnya, tidur normal sekitar 8 jam. Kerangka lebih simple –nya seperti ini :

1 hari = 24 jam, jika diuraikan menjadi :

Sholat = 1 jam

Belajar = 8 jam

Aktivitas dan ibadah tambahan = 4  jam                              Totalnya adalah 24 jam

Tidur normal = 8 jam

Bermain = 3 jam

Rincian di atas adalah perkiraan yang dibuat lebih mudah, namun dapat diperkirakan hal tersebut kita lakukan tanpa disadari. Menjaga hubungan dengan Allah (habluminallah) sebenarnya adalah hal mutlak yang setiap saat harus kita lakukan. Manusia juga mutlak menjaga hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) yang dapat dipatri dengan tulus tanpa pamrih dalam hati. Intinya keduanya harus seimbang. Berproses menjadi lebih baik dari hari ke hari fardhu ain hukumnya bagi setiap muslim. Meski belum terlihat nyata hasilnya, namun berjuang untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dengan mendisiplinkan diri terhadap waktu adalah kesuksesan awal yang tak ternilai harganya. Kekuatan keyakinan adalah kuncinya. Mari merenungkan bersama sudah seimbangkah aktivitas ruhiyah dan duniawi kita !  (ICH)

Share