Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

Memaknai Hakekat Takdir Allah

April 4th, 2014

Berbicara tentang takdir akan erat kaitannya dengan tawakal. Posisi dimana kita memasrahkan banyak hal kepada Allah setelah proses berusaha. Hakekatnya takdir merupakan Qada dan Qadar yang berarti penentuan Allah atas hal-hal general hingga hal kecil yang telah Allah atur secara sempurna. Iman terhadap Qada dan Qadar Allah tertuang diantara enam rukun iman. Dalam sebuah ayat Al-Qur’an dijelaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi didunia ini pasti sudah ditakdirkan Allah dalam lawh mahfuz. Dengan demikian bagi seorang muslim tidak ada kesangsian bahwa setiap hal didunia ini telah tertata apik oleh Sang Maha Bijaksana. Hingga yang perlu seorang manusia lakukan terhadap takdir Tuhannya adalah percaya.

Bukti kekuasaan Allah dan ayat-ayat mengenai qada dan qadar banyak terdapat di Al-Qur’an dengan makna luar biasa. Berikut beberapa diantaranya;

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa dibumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lawh Mahfuz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah” (Al-Hadid: 22)

“Kami jelaskan yang demikian itu supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput bagi kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai orang sombong lagi membanggakan diri”(Al-Hadid: 23)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib. Tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lawh Mahfuz)” (Al-An’am:59)

Dari ketiga ayat tersebut jelaslah bahwa pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah telah mengatur hal kecil seperti daun dan biji yang jatuh yang bahkan tak pernah kita perhatikan detailnya. Dari hal ini tersirat makna bahwa ketika hal-hal sederhana saja Allah atur demikian menyeluruh, bagaimana  untuk hal-hal besar yang menyangkut hidup manusia? pasti sudah terancang dengan desain hebat dari arsitek yang Maha Hebat.

Namun demikian, percaya bukan berarti pasrah dan tidak melakukan apapun dengan alasan karena Allah telah mengaturnya. Karena Allah menyimpan rahasia-rahasia takdir adalah bentuk kebijakan Allah sebagai peluang kita melakukan kebaikan.  Untuk itu mengupayakan sikap optimis menjadi suatu keharusan. Percaya dan optimis akan banyak hal yang kita lakukan untuk kebaikan diri sendiri dan kebaikan bersama, karena segala bentuk kebaikan yang kita terima adalah Allah asalnya. Kata percaya atau iman itu sendiri bukan semata kita ucapkan secara lisan bahwa “kita percaya qada dan qadar Allah” namun diyakini oleh hati dan terimplementasi melalui perbuatan. Tak mudah memang, tapi itulah yang menjadi salah satu kesempatan untuk sebuah proses bernama “belajar”. Belajar tentang banyak hal termasuk memaknai hakekat takdir Allah terhadap hidup kita. Karena;

“Betapa Allah telah mengatur takdir terbaik dan memenuhi kebutuhan kita lebih dari yang kita mau dan lebih dari apa yang kita tau”

(TSY)

tumblr_ly5snoao4a1qmxqyeo1_500[1]

Share