Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

[Press Release] Kajian Islam Forsia ft. Formasi

May 12th, 2016

Never late than never

Assalamualaikum teman-teman semua. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Sebenarnya acara ini sudah dilakukan sudah lama sekali, tepatnya pada tanggal 28 Maret 2016. Ya, sekitar 2 bulan lalu.

Maafkan author yang lalai ya teman-teman :’

Alhamdulillah, telah dilaksanakan dengan lancar acara Kajian Islam pertama kabinet El-Hub 1437 H dengan Tema Substansi Sebuah Ujian : Ketika nilai A lebih dihargai daripada Kejujuran. 

1458978393531

 

 

 


Sesi pertama dimulai pada pukul 17.30 WIB. Dibuka dengan membaca Basmallah yang dipimpin oleh MC dan Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an oleh Irfan Fadhlurrahman. Selanjutnya, pengecekan jargon dari Forsia dan Formasi oleh MC (Ketua Forsia). Setelah itu, pemberian sambutan oleh Ketua Pelaksana Kajian Islam yaitu Irfan Sofandi. Pemutaran video mengenai ‘’The meaning of life” yang menceritakan mengenai segala hal mengenai hidup yang telah dirumuskan dalam Al-Qur’an 1400 tahun lalu. Dan diceritakan secara menarik melalui lagu. Dilanjutkan dengan video mengenai pengalaman seseorang yang gigih meraih cita-citanya hingga ia bisa melanjutkan sekolahnya ke Jepang. Waktu menunjukkan pukul 18.00 dan acara diberhentikan sementara untuk kemudian dilanjutkan dengan pembagian takjil dan istirahat solat magrib.

Sesi kedua dimulai pukul 18.30 WIB dan kembali dibuka dengan membaca Basmallah. Sembari menunggu peserta untuk berkumpul kembali, diputarkan video lagu “Kun Anta”. Setelah itu pembacaan CV oleh moderator. Untuk kemudian acara diambil alih oleh moderator dan dilanjutkan pemaparan materi oleh kedua pembicara yaitu Indra Muhammad (Ketua BEM FEM 2016) dan Riska Amelia Mulyo (Mapres FEMA 2016). Materi yang dibawakan oleh Indra Muhammad dan Riska Amelia Mulyo adalah sebagai berikut:

Indra Muhammad (Ketua BEM FEM IPB 2015-2016)
“Lebih Baik Dapat A Hasil Sendiri daripada AB Hasil Patungan”

– Integritas = perbuatan selaras dengan lisan.
– UTS bukan ujian serius. Ujian serius hanya antara kamu dan Dia (Allah). UTS hanya berakhir saat itu juga tapi ujian dariNya berlangsung hingga akhir hayat.
– Mencoba melihat penghargaan dari Allah. Apakah prestasi yang kita torehkan sesuai dengan keridhoan Allah.

Riska Amelia M (Mapres GM 49)

– Sukses tertinggi Ridho Allah.
– Menuntut ilmu taqwa, menyampaikan ilmu ibadah, mengulang-ulang ilmu zikir, mencari ilmu jihad (Al-Ghazali).
– Keistiqomahan penting tapi sulit. Berdoa bukan hanya ketika ada perlu. Ketika dalam kelemahan, kemewahan, kesempitan tetap berdoa kepadaNya.
– Tips: Kenali gaya belajar + Kuatkan tekad + Lakukan pengulangan + Konsisten
– Orang optimis melihat kesuksesan melalui kesulitan.
– Yakinlah keputusan Allah yang terbaik. Mungkin di atas kertas hasil yang di capai tidak memuaskan. Namun, sesungguhnya kita tidak tahu rencan indah Allah dibalik semua itu.
“Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau harus bertahan menanggung perihnya kebodohan. “(Imam Syafi’i)

Kesimpulan
Luruskan niat – Berdoa – Belajar – Optimis – Tawakal.

Dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, mengenai:

1. Trik sukses
– Menjelang uts minimal membebaskan akademik dari setiap kegiatan yang mengganggu fokus belajar. Contoh: Tidur saat kuliah, main hp saat dosen menjelaskan (Indra).

– Motivasi dari ibu atau orangtua sendiri. Membanggakan ibu yang sudah melahirkan (Riska).

2. Lulusan dijuluki sarjana ppt?

– Belajar dengan mengulang materi. Gunakan waktu luang untuk mengulang pelajaran, seperti bada’ subuh. (Riska)

– Slide alat bantu berisi bahan kuliah. Yang penting kita baca dan memahami. Tapi pengetahuan hanya sebatas ruang lingkup slide itu. Baiknya kita perluas pengetahuan dan mempersiapkan materi bahan yg akan didiskusikan dengan dosen. Sarjana slide tidak terlalu penting, yg penting adalah kesarjanaan bisa diuji. (Indra)

3. Lupa materi ujian tapi ingat kembali ketika mendengar bisikan jawaban dari teman.

– Mendengar tidak sengaja itu mungkin pertolongan Allah. (Riska)

– Bedakan sengaja dan tak sengaja. Kalau sengaja bisa jadi itu bagian dari ketidakjujuran. Makanya hati-hati. (Indra)

4. Pengharapan yang mengakibatkan kecacatan aqidah

– Boleh mengharapkan sesuatu misal, ingin nilai A tapi pengharapan tetap kepada Allah.(Riska)

– Berharap tak ada yg salah tapi hanya kepada Alllah. Nabi Sulaiman saja juga pernah mengharapkan istana yang tidak ada tandingannya di dunia ini. Orientasi tetap untuk mencapai ridho Allah. (Indra)

Setelah sesi Tanya jawab berakhir, lalu moderator memberi kesimpulan dan kemudian kembali menyerahkan acara kepada MC. MC kemudian menutup Kajian Islam dengan membaca hamdalah dan doa penutup majelis pada pukul 20.25 WIB.

Share