Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

[Press Release] Kajian Islam Forsia 1437 H

May 17th, 2016

Alhamdulillah telah dilaksanakan Kajian Islam kedua dengan tema “Siapkah kita menyambut Ramadhan?”

Untitled

Acara dimulai setelah maghrib, lebih tepatnya pada jam 18.15. Acara dibuka dengan membaca basmallah oleh MC Kondangan (Rahmanuddin) ,

1463472744313

Lalu dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183-186 oleh Irfan Fadhlurrahman (Ketua Forsia).

1463472746006

 

 

 

Kemudian saatnya sambutan ketua pelaksana Kajian Islam yaitu Irfan Sofandi. Materi mengenai ‘Persiapan Ramadhan’ disampaikan oleh Ustadz Muhammad Alam Firmansyah yang biasa dikenal sebagai dosen Silvikultur.

1463472751481

 

Beliau membawakan materi dengan cara yang menyenangkan, dengan bahasa yang mudah dipahami. Recommended Banget! Serta menyertakan berbagai contoh dari sebaik-baiknya teladan yaitu Nabi Muhammad SAW. Membahas semua dengan jelas sumbernya, dan merekomendasikan kita untuk membaca buku FIQIH PUASA yang ditulis oleh Yusuf Qardawi.

Ustadz Alam menyampaikan mengenai Fiqih Ash-Shiam. Disebutkan bahwa yang akan didapat jika kita melakukan suatu kewajiban bahkan melakukan kebaikan, kita akan mendapat keutamaan, pahala besar serta ganjaran yang besar. yang dimaksud dengan keutamaan, pahala besar serta ganjaran besar ialah Surga atau yang biasa disebut dengan Bahasa Arab sebagai Jannah. 

Azab berat yang kita terima bisa berupa:

  1. Bangun malam hari tetapi tidak qiyamul lail
  2. Bisa membaca Al-Qur’an tetapi tidak ada waktu untuk membaca Al-Qur’an
  3. Tidak bisa membaca Al-Qur’an

Sebenarnya tidak ada kata ‘sibuk’ . Yang ada hanya prioritas. Ketika kita memutuskan untuk melakukan sesuatu, disisi lain kita akan mengorbankan kegiatan lain dengan alasan sibuk. Istilah sibuk muncul dari bisikan setan.

Ketika kita menunda-nunda untuk melakukan sesuatu, setan membisikkan kita dengan hal-hal seperti “waktumu masih banyak” “ini masih pagi, nanti sore saja dikerjakan” “tenang, sekarang santai saja, masih ada hari esok”. ‘Audzubillahiminasyaitonirrajiim..

Kemudian, Ustadz Alam juga menjabarkan makna dari khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan dengan sangat jelas.

Ketika kita berpuasa, terdengar rumor bahwa setan-setan diikat kakinya dengan rantai, tetapi masih saja ada orang kesurupan. Sebenarnya yang dimaksud dibelenggu pada bulan Ramadhan adalah hawa nafsu. Dan ketika kita berpuasa, maka hawa nafsu itu kita belenggu sehingga tidak akan mengganggu aktivitas ibadah kita pada bulan Ramadhan.

Hikmah Berpuasa di bulan Ramadhan:

  1. Tazkiyatun Nafs : membersihkan diri sendiri
  2. Menyehatkan Badan
  3. Tarbiyah bagi Iradah
  4. Mematahkan gelora syahwat
  5. Menajamkan perasaan terhadap nikmat Allah
  6. Hikmah Ijtimaiyyah

Hal-Hal yang perlu kita siapkan untuk menghadapi Ramadhan:

  1. Persiapan Hati
  2. Persiapan Ilmu
  3. Persiapan Fisik
  4. Persiapan Harta

Setelah materi disampaikan, dilanjutkan dengan pemberian cinderamata oleh Ketua Forsia1463472748468

 

 

 

 

Kemudian acara ditutup dengan Hamdalah serta Do’a Kafaratul Majelis pada 20.30 WIB.

Sekian dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan.  Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

-Author-

 

Share