Forum Syiar Islam Fakultas Ekologi Manusia IPB

For Us For Islam For FEMA

Hari Tutup Aurat is COME!!

February 14th, 2016

[LIVE REPORT]

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba kawan~

Program Kerja Divisi Kemuslimahan yaitu Gerakan Tutup Aurat yang dilaksanakan pada hari ini (14 Februari 2016) di Kampus IPB Dramaga. Divisi kemuslimahan melakukan persiapan dari jauh-jauh hari dengan mengumpulkan jilbab layak pakai dari mahasiswa FEMA. Lalu, dikemas dengan apik sehingga menjadi lebih menarik. Seperti ini

1455415784974

Tak hanya itu, untuk lebih meramaikan Hari tutup Aurat, anggota Forsia juga membuat komik singkat mengenai Hari ini.

1455415788486

Mau liat serunya acara yang diadakan divisi kemuslimahan FORSIA IPB?

Cek post Selanjutnya yaaa~

FORSIA : For You, For Allah, Allahu Akbar!!

Share

Lomba Menulis Cerpen “Perjalanan Hijabku”

July 1st, 2015

poster cerpen MIA

Silahkan unduh:

formulir pendaftaran dan syarat dan ketentuan

Assalamu’alaikum. Kami dari panitia cerpen “perjalan hijabku” ingin memberitahukan kepada teman-teman yang akan mendaftar lomba cerpen, nanti bisa transfer pendaftarannya dengan no rek. 13300112578001 an. Ricter Pangestika dan konfirmasi pengiriman ke nomer 085781042317 (Ricter). Pengalihan nomer rekening akibat diblokir karna hilangnya ATM dan sekarang sedang proses pengurusan. Mohon maaf atas kelalaian dan informasi yang mendadak. Kami harapkan teman-teman tetap akan berpartisipasi dalam lomba cerpen ini. Terimakasih.. :)

Share

Ya ukhtifillah, yuk kita introspeksi diri! Bismillah..

October 20th, 2013
Oleh Ilma Ovani pada 23 Oktober 2011 doa akhwat

Akhwat Genit?

 

Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa arab artinya saudara perempuan. Namun sudah ma’lum (diketahui) bahwa ’saudara’ yang dimaksud disini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena nabi SAW bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain” (HR. Muslim, no. 2564). Namun memang sebagian orang menggunakan …istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat. Ada juga menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, yang berjilbab pendek bukan akhwat. Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu ‘aliran’, yang beda aliran bukan akhwat. Tentu saya lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai didalam tulisan saya ini.

 A-True-Musleemah-3-1024x881

Demi Allah. Sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’inya, melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, ke-istiqomah- an seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian. Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh tidak akan Allah memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali itu adalah sebuah kebaikan. Namun sayang sungguh sayang. Sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya mengganngap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode, supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wa’iyyadzubillah. Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang saya sebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudha berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syariat. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i.

 

Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah SWT telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu” (HR. Muslim) Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis. Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik. Namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya. Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik. Namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya. Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik. Namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah SWT telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya” (QS. An-Nur : 24) Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.

 

Ciri-ciri akhwat genit:

 

>>Berpakaian yang mengundang pandangan

 

Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang digunakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.

 

>>Senang dilihat

 

Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.

 

>>Kata-kata mesra yang ‘Islami’

 

Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan ‘kata-kata mesra’ kepada para ikhawn. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami.

 

“Jazakalloh yach akhi”

 

“Akh, antum bisa saja dech”

 

“Pak, jangan sampai telat makan lho, sesungguhnya Alloh menyukai hamba-Nya yang qowi”

 

“Kaifa haluka akhi, minta tausiah dunks…”

 

“Akh, besok syuro jam 9, jangan mpe telat lhoo..”

 

>>SMS tidak penting

 

Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan “Afwan…” atau “Jazakalloh”

 

>>Banyak bercanda

 

Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.

 

>>Tidak khawatir berikhtilat

 

Ada saat-saat dimana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mu’min yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya. Bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.

 

>>Berbicara dengan nada

 

Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja, semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan ‘bekas’ pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syariat. Allah SWT berfirman yang artinya: “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma‘ruf.” (Al Ahzab: 32) Para ulama meng-qiyaskan ‘merendahkan suara’ untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.

 

Maka mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syariat. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: ”Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim)

 

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (TQS. Al Hadiid: 22)

 

~Ainul Wafa~

http://arsitek-peradaban.abatasa.com/post/detail/8335/ciri-ciri-akhwat-genit

Share

Madrasah Peradaban

January 26th, 2012

Seorang Pujangga berkata, “Seorang ibu ibarat madrasah, apabila kamu disiapkan dengan baik, berarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum namanya.”

Demikianlah, pada dasarnya perempuan dituntut untuk berperan dalam peradaban bangsa. Tulang rusuk bengkok ini tidak diciptakan untuk hanya bermanja-manja ataupun sebagai penghias dunia maskulin lelaki layaknya gula-gula yang manis rasanya sebagai kudapan penyenang lidah. Visi mulianya, telah jelas jika wanita itu memahaminya.

Adapula ungkapan yang sudah kita kenal bahwa “Di balik keberhasilan seorang pembesar, ada wanita di sisinya.”

Begitulah wanita seharusnya berkiprah, bahwa nilainya bukan hanya pada kecantikan ragawinya namun lebih kepada perangkat lunak yang ada di dalamnya. Adapun kecantikan ragawi seorang wanita hanya sebagai pelengkap dan bukan merupakan unsur pokok dalam dirinya terkait visi mulia kehidupannya. Karena, setiap wanita bisa jadi merona sepanjang masa dengan rangkaian kerja nyata dalam rangka mewujudkan visi mulianya. Pun, bisa menjadi hina karena perspektifnya sendiri.

Lantas, apakah kita sudah mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut peran kita yang sebenarnya?

Share

Islam Menghargai Potensimu, Sister!!!

October 18th, 2011

Saya mengeryitkan kening ketika mendengar bahwa Islam tidak menghargai potensi perempuan. Saya lupa siapa saja yang mengucapkannya dan pada kesempatan apa, namun stigma ini begitu sering mendengung di telinga saya. Mau tidak mau, timbul juga sebersit pertanyaan dalam pikiran saya, benarkah Islam tidak menghargai potensi perempuan?

 

Setahu saya, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Kalau begitu, seharusnya Islam menghargai potensi perempuan, bukan? Tapi, kenapa para feminis itu justru mengatakan bahwa nila-nilai Barat yang membebaskan? Kenapa mereka begitu sering menunjuk Islam sebagai tokoh utama pembelengguan perempuan di abad ini?

Share

Ibu, Wanita Tangguh Sepanjang Masa, Pembentuk Umat

September 6th, 2011

Meskipun hari ibu telah lewat, namun pokok bahasan ini tidak akan pernah usang. semoga artikel yang diambil dari dakwatuna.com (dengan izin)  ini menjadi pengingat bagi kita semua :

 

Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, dankepadakulah kembalimu.” (Luqman: 14)

Share

Wanita Dunia atau Wanita Surga??

September 6th, 2011

Allah telah memberikan sifat-sifat terindah kepada bidadari-bidadari surga. Mereka diberi pakaian yang paling bagus dan siapapun yang membicarakan diri mereka pasti akan digelitik kerinduan kepada mereka, seakan-akan dia sudah melihat secara langsung bidadari-bidadari itu.

Ath-Thabarany menuturkan, kami diberi tahu Bakr bin Sahl Ad-Dimyaty, kami diberitahu Amru bin Hisyam Al-Biruny, kami diberitahu Sulaiman bin Abu Karimah, dari Hisyam bin Hassan, dari Al-Hassan, dari ibunya, dari Ummu Salamah Radhiallahuanha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”

Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.” Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’.”(Al-Waqi’ah:23)

Share